A mobile-responsive minimalist wp theme converted for Blogger

This is an example of a Blogger page, you could edit this to put information about yourself or your site so readers know where you are coming from. Find out more...

MEDIA SOSIAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN FENOMENA BANJIR



http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2012/04/03/21489/540x270/banjir-di-kemang-masih-setinggi-dada-orang-dewasa.jpg
Banjir di Jakarta (img by merdeka.com)
 Bencana alam ialah sesuatu hal yang tidak dapat kita hindari bahkan kita cegah. Bencana bisa datang kapanpun dan dimanapun baik ditempat yang tidak kita duga sekalipun. Banjir merupakan fenomena bencana alam yang sudah biasa kita lihat di Negara Indonesia ini. Rupanya kita sebagai negeri yang besar ini terang-terangan menyukai banjir, karena jika musim hujan telah tiba maka banjir bukanlah suatu hal yang memang biasa.
Namun bagaimana jika banjir menghambat suatu pekerjaan, atau bahkan mematikan kegiatan ekonomi yang sedang terjadi karena banjir itu? Contohnya saja kamis kemarin (10/1/2013). Luapan sungai ciujung yang terjadi pada hari rabu (9/1/2013) mengakibatkan naiknya air ke permukaan jalan tol dan merendam sejumlah titik-titik perkampungan yang ada di sekitar bantaran kali ciujung tersebut. Ratusan warga Serang yang menjadi korban banjir, terpaksa mengungsi masuk ke dalam ruas Tol Ciujung, Serang Banten.
Hal tersebut spontan membuat lalu lintas jalan tol menjadi tersendat. Lalu pada hari kamis akhirnya pihak Tol menutup akses Tol Ciujung – Serang, karena air sudah setinggi setengah meter naik ke permukaan jalan tol. Akibat dari penutupan ini membuat banyak kendaraan mengalihkan jalurnya lewat jalur non tol, yaitu Keragilan – Ciruas – Serang. Jalan yang memang tidak mendukung karena hanya 2 lajur, dan tidak diimbanginya jumlah mobil yang mengalihkan lajurnya yang mengakibatkan macet yang tidak bisa dihindari.
            Penutupan ruas jalan tol ini memang membuat banyak orang dirugikan. Karena penutupan itu dilakukan tanpa adanya pemberitahuan lewat media sehingga orang tidak tahu dengan informasi tersebut. Fenomena penutupan ruas tol ini membuat media online terus memberitakan berita terbarunya kepada khalayak publik. Bahkan media ini menjadi salah satu media informasi yang paling diandalkan ketimbang media konvensional yang lambat. Lalu media massa online dibantu dengan media sosial atau biasa disebut jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook membantu menyebar luaskannya berita itu kepada khalayak luas. Khususnya bagi pengguna Twitter dan Facebook bisa mengetahui sejak dini bagaimana perkembangan ketika banjir itu sedang terjadi.
Kolaborasi antara media online dan media masa membuat berita tersebar luas dengan cepat. Banyak sebelumnya belum mengetahui Jalan Tol ditutup dan mengakibatkan macet menjadi tahu, dan bisa mengantisipasi hal yang akan mereka lakukan. Selain daripada untuk memberitahukan masyarakat bahwa ada banjir dan penutupan ruas tol, berita yang disebar lewat media sosial membantu mereka yang sedang mengungsi di sepanjang jalan tol yang ditutup. Banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang datang untuk membantu mereka. Sebenarnya memang media sudah memperingatkan bahwa suang ciujung sudah naik dan luapan air yang dibawah dari daerah Rangkas Bitung sudah mencapai batas waspada. Dan memang ternyata air sudah meluap hingga menggenangi ruas jalan tol ciujung – serang sehingga membuat ruas ini ditutup untuk sementara.
            Jika kita melihat kebelakang, pada tahun – tahun sebelumnya ketika banjir ini sering terjadi dan media massa online hanya berperan sendirian. Tidak banyak orang yang mengetahui hal tersebut. Contoh kasusnya pada kejadian banjir terbesar di Jakarta pada tahun 2007 bulan desember. Banjir tersebut mengakibatkan lumpuhnya perekonomian dan banyak kerugian yang didapat oleh warga Jakarta, banyaknya ruas jalan yang ditutup. Media massa online pada saat itu belum terlalu mengenal Twitter dan Facebook bahkan Blackberry Messenger pada saat itu tidak terlalu popular. Akibat dari pemberitaan yang tidak tersebar luas banyak orang yang diluar Jakarta tidak mengetahui ruas jalan mana saja yang ditutup dan bagaimana keadaan terbaru kondisi yang sedang terjadi pada saat itu. Media konvensional seperi koran seakan tidak bisa berkutik untuk memberitakan informasi, karena media tersebut hanya sekali dalam satu hari. Media seperti televisi dan radio juga tidak dapat selalu running news, dan belum tentu juga semua orang sempat melihatnya ketika sedang dijalan atau sedang diluar.
Perkembangan Media dari masa ke masa
Sejak tahun 1980-an telah terjadi revolusi informasi secara besar-besaran. Bahkan di hampir semua bidang revolusi itu terus berlanjut. Di bidang pertanian, industri, dan teknologi semakin memasrahkan dan menyerahkan diri pada kemampuan digitalisasi. Sistem yang biasa menggunakan Analog dijadikan digital dan yang digital disuperdigitalkan. Hal ini memang sudah menjadi lumrah dan  dapat dikatakan maju serta tidak ketinggalan jaman kita mesti membuka diri dan mau tidak mau menggunakan teknologi digital. Perkembangan digitalisasi besar-besaran saat ini mau tidak mau ‘memaksa’ para penggunanya untuk terus update, dan harus mengubah cara pandang dalam menjalani kehidupan yang semakin canggih dewasa ini. Sebuah teknologi yang telah dan akan terus-menerus membuat perubahan besar bagi seluruh dunia. Entah dalam kapasitasnya (media digital) sebagai alat dan sarana mempermudah segala urusan sampai kepada pembuat masalah karena disalahgunakan mereka yang tidak bertanggungjawab.
Lalu pada abad 21 kita mulai mengenal yang namanya mailing list, yang membuat pengguna email di seluruh dunia dapat berbincang atau update informasi-informasi yang terbaru. Lalu mulai bermunculan jejaring sosial yang bernama blog, Friendster yang sempat populer digunakan oleh anak – anak muda. Namun media sosial itu belum dapat dioptimalkan oleh media massa online. Lalu pertengahan tahun 2007 diperkenalkannya Facebook yang mulai membius masyarakat untuk menggunakannya. Selain memang penggunaannya yang mudah dan gratis, media Facebook ini dapat menjadi media untuk memperkenalkan atau mengiklankan produk. Hal tersebut dilihat menjadi peluang untuk mengiklankan media massa online dan terus mengupdate berita terbaru melalu media sosial Facebook ini.
Dengan adanya Facebook, maka pemberitaan dari media online dapat tersebar, namun belum efektif karena pengguna di Indonesia pada saat itu baru sedikit. Ditahun 2009 kita juga mulai dikenalkan dengan media sosial yang bernama Twitter yang ringan dan bersifat micro blogging atau blog mini yang hanya bisa update status 160 karakter. Inilah yang membuat masyarakat tertarik untuk menggunakannya. Selain mudah, mereka tidak dipusingkan dengan sisa karakter yang tidak terpakai. Media massa online pun tidak perlu harus memberitakan sepenuhnya di Twitter layaknya seperti memberitakan di Facebook, justru dengan pemberitaan yang singkat dan mengkaitkan link berita ke situs media online tersebut dapat meningkatkan traffic pengunjung, dan meningkatkan rating website mereka. Sehingga semakin banyak dikunjungi, maka semakin banyak pula perusahaan yang ingin beriklan ke media online tersebut.
Kolaborasi yang pas.
            Media sosial juga ialah salah satu jenis media online yang memberikan kontribusi besar dalam bidang jurnalisme. Berkat adanya jejaring sosial ini, masyarakat tidak hanya dapat berjumpa kembali dengan kawan lama atau bersilaturahmi dengan saudara jauh tetapi juga bisa menjadi jurnalis. Tak dapat dipungkiri, kehadiran jejaring sosial turut berperan dalam menggeliatkan aktivitas jurnalisme warga, atau kata lainnya adalah citizen journalism/ participatory journalism.
            Kolaborasi antara media massa online dan media sosial memang patut diacungi jempol. Saling menguntungkan karena seiring berjalannya waktu, pengguna Facebook dan Twitter di Indonesia berkembang dan terus bertambah hingga mencapai jutaan pengguna. Selain keuntungan yang didapat dari kedua media ini, masyarakat yang menggunakannya bisa mengetahui berita terbaru sehingga berita tersebar secara luas.
Tentu kita berharap dengan adanya kolaborasi diantara kedua media ini menjadikan informasi yang tidak terbatas, dan bebas diakses oleh siapapun tanpa mengenal waktu. Dengan seperti itu, masyarakat tidak buta dan sama-sama saling menguntungkan.
Continue Reading

Cobain Galaxy Tab 10.1

My Tab :))
Tiga bulan yang lalu baru bisa kebeli Galaxy Tab GT p-7570 10.1 dengan kondisi yang baik di forum jual beli kaskus. sempet merasa seperti orang yang GAPTEK TOTAL karena baru pertama itu mencoba General User Interface Android yang [GUI] saya menilai GUI nya android yang sekarang saya rasakan versi 3.0 a.k.a HoneyComb yaitu stabil, fix bug, dan memuaskan.
saya mungkin tidak mahir dalam mereview OS nya, jadi saya mungkin akan review body nya saja yg secara kasar bisa dibilang WideScreen, karena 10.1". of course perbedaannya jika dibandingkan dengan IPAD yg tidak sampai 10" yg memang tidak widescreen.
bahan pinggirannya seperti bahan plastik atau sejenisnya, tidak seperti IPAD yang berbahan alumunium. bedanya mungkin bagi pengguna Galaxy Tab tidak akan merasakan body yang Dent atau Penyok yang bisa dirasakan oleh pengguna Ipad [hahaha....]
Tampilan Widget di Homescreen mungkin bisa membuat membosankan, karena tidak ada fitur Folder Shortcut atau Category, jadi seakan-akan tampilan desktopnya menyerupai tampilan desktop windows yang semua shortcut aplikasinya tidak terfolder [bayangkan bagaimana jika aplikasi yang anda sukai banyak dan memenuhi desktop di homescreen anda -_-]. karena hal tersebut maka saya sarankan untuk menggunakan aplikasi ADWLauncher [berbayar sekitar $ 2] aplikasi mirip pengaturan di Ipad, jadi shortcut aplikasi bisa diatur atau dikategorikan sehingga mudah untuk mengeksplor aplikasi di homescreen anda.
Tablet ini tidak support SDCard / Memory Eksternal. sedikit merepotkan ketika anda terpaksa membeli Galaxy Tab yang berkapasitas 16GB tetapi ingin memaksimalkan dengan memory eksternal anda sehingga bisa 32GB. dan sepertinya era tablet 10.1 selanjutnya pun tidak akan menggunakan memory eksternal.
Lalu apa yang diunggulkan dari Tablet ini?
ya itulah yang jadi pertanyaan, memory eksternal tidak ada, bahan kalah jauh dengan ipad meskipun memang tidak jelek. oh ya performance nya sudah terbilang bisa bersaing dengan Ipad 2. 
ada beberapa point performance yang saya ambil dari review luar

Kelebihan
  • First 4G LTE tablet on U,S, Cellular.
  • Less expensive than the Verizon version.
  • Thin and light.
  • TouchWiz UX UI.
  • Good battery life.
  • Built-in 3G on selected models.
  • Its blazingly fast 4G LTE speeds match and in some cases surpass that of Wi-Fi networks.
  • Gorgeous display with new PLS screen tech.
  • Wide viewing angle.
  • Outward-facing stereo speakers.
  • Good quality cameras and HD video recording.
Kekurangan
  • Limited, inflexible service plans.
  • Not running Android 4,0.
  • Limited Android tablet app selection.
  • Fussy touchscreen and display orientation.
  • No microSD card slot.
  • No HDMI out connection.
  • Battery life short compared to the iPad 2.
  • Lack of ports for external connection.
  • The placement of the volume rocker and power button on the side leads to lots of accidental button presses.
  • Plastic construction.
  • Samsung Kies USB file transfer is a nightmare.

ya, seperti itulag gambaran besar tablet yang saya pakai. sejauh ini tidak ada keluhan yang terlalu berlebihan. semua sampai saat ini masih berjalan lancar dan menemani saya diwaktu yang sibuk dan jenuh. berinternet ria, bermain game serta membantu task untuk pekerjaan kantorpun terlihat oke. ya jika kita melihat ipad dan ipad ipad ipad terus mungkin akan cepat bosan dan selalu ingin yang lebih. namun sejauh ini Galaxy tab lah yang terbaik dengan OS Android nya :)
Continue Reading

Tulisan Kehidupan

Kehidupan seseorang memang tidak ada yang tahu kemana arah dan tujuan yang sebenarnya, sebenarnya dalam artian jalan kehidupan yang pasti, dan segala yang direncanakan bisa terwujud agar kehidupan itu bisa menjadi sesuatu yang memang kita inginkan. tapi kenyataannya tidak, bukankah begitu?
Pengalaman hidup saya berbicara, apa yang direncanakan, sebagus apa dan sematang apa rencana kehidupan yang kita buat itu belum tentu akan terwujud. ya saya ada orang yang belum sepenuhnya meyakini adanya campur tangan Tuhan dalam kehidupan ini. apakah saya termasuk golongan kafir? termasuk atheis? tidak juga. saya ingat akan 5 waktu itu, meskipun ada saja 1 atau 2 waktu yang terlewatkan. alasannya lupa? klasik, kebanyakan memang disibukkan dengan waktu atau kerjaan yang secara harfiah membuat saya terlena akan kerjaan tersebut.
well... kita kembali kepada kehidupan yang kita inginkan. tujuan, cita-cita dan menjadi manusia yang sempurna, saya yakin banyak yang menginginkan hal itu meski memang tidak semua tercapai.

Continue Reading

Human Relation dan Komunikasi Didalam Lembaga Pemasrayarakatan

Aksi Narapidana di LP Salemba


Pembinaan narapidana dan penerapan Human Relation  yang baru-baru ini diterapkan oleh Lembaga Pemasyarakatan dinilai menjadi unsur penting sipir dalam menjalin hubungan dan pembinaan yang baik terhadap narapidana. 

Human Relation  atau istilah yang biasa disebut 'hubungan antar manusia’ bukan menjadi sesuatu hal yang baru didalam berkehidupan sosial. Saling membutuhkan satu sama lain ialah menjadi kebutuhan yang utama dalam menjalani hidup. Tentunya ada banyak cara untuk menjalin hubungan antara satu sama lain, misalnya dengan cara: berteman, berdiskusi, bertetangga, atau  hubungan yang dijalin dengan cara berkomunikasi dan pendekatan lebih dalam sehingga terjalin relasi yang kuat antara satu dengan yang lain juga bisa disebut sebagai Human Relation.
Continue Reading

Pers Teman Atau Ekor Jokowi?

http://1.bp.blogspot.com
Dua minggu sudah gubernur terpilih DKI Jakarta Joko Widodo atau biasa disebut Jokowi berkerja dimeja balaikota Jakarta, namun suasana ruangan sepertinya tidak sering ditempati karena jokowi selalu berada diluar kantor untuk turun langsung ke lapangan. Hal tersebut bisa dibilang kebiasaan yang jarang dilakukan oleh pejabat setingkat Gubernur untuk panas-panasan dan turun kejalan melihat langsung permasalahan yang datang pada meja kerjanya. Kebiasaan yang jarang ini menyebabkan media massa seolah-olah kebanjiran bahan berita, setiap langkah yang dilakukan atau yang dibicarakan oleh mantan walikota solo ini selalu diberitakan di media massa. Jika kita mengamati pemberitaan media massa online lokal detik.com sekurangnya tiga berita setiap hari yang bertema Jokowi yang selalu bertengger dihalaman depan website media tersebut.
Akan tetapi ini juga terbilang boomerang bagi pers yang seolah-olah selalu mengesploitasi kegiatan yang selalu dilakukan Jokowi setiap waktu. Bisa dibilang Pers layaknya seperti ekor dari Jokowi, kemanapun gubernur ini pergi dengan tujuan untuk dinas, pers selalu ada dibelakangnya bahkan hal kecil yang bisa dibilang tidak layak untuk diberitakan seperti Jokowi membaca berita online menggunakan gadget bermerek pun diberitakan yang bisa dibilang itu adalah berlebihan1. Lalu apakah hal tersebut salah? Mungkin sebagian besar menjawab Tidak dan sebagian kecil ada yang menjawab Ya. Alasan logis yang menjawab itu tidak salah mungkin menilai bahwa sosok Jokowi ialah sosok yang membawa perubahan bagi Jakarta dimana warga Jakarta mempunyai hak untuk selalu mengetahui langkah yang sedang dilakukan oleh Jokowi, dan sebagian kecil yang menjawab Ya mungkin beralasan bahwa setiap orang mempunyai privasi dan pers mempunyai kode etik dan batasan yang harus dimengerti.
Ada banyak bermacam alasan kenapa pers seolah-olah selalu mengekspos pemberitaan Jokowi, bagi saya pers tidak menyajikan berita yang berimbang dan berbobot jika selalu jokowi yang dimunculkan. Seberapa penting keberadaan jokowi dalam pembangunan Jakarta? jawabanya sangat penting, namun seberapa penting jika kehidupan privasi jokowi diberitakan? Saya jawab tidak penting. Pers dan Wartawan berita mempunyai fungsi utama yaitu menginformasikan berita yang memang bermanfaat dan untuk kepentingan masyarakat, apa bedangan dengan wartawan infotainment yang selalu memberitakan privasi seseorang hanya untuk khalayak ketahui tanpa adanya manfaat.
Tidak mungkin jika pers tidak mengetahui nilai-nilai jurnalistik, jangan karena rating Jokowi sebagai sosok sebagai perubahan Kota Jakarta. Pers melupakan arti sebagai agent of change di Negara ini. Dan sampai kapan pers menjadi ekor Jokowi?
Continue Reading

Wanita Sebagai Agent Of Change Di Indonesia

jogjapost.com


           Permasalahan tentang kesetaraan gender memang sampai saat ini masih terjadi. Permasalahan yang terjadi akibat dari kenyataan perasaan tidak adil yang dialami oleh wanita terhadap pria. Ketidakadilan yang terjadi dari tahun ke tahun selalu pada ranah yang itu saja, seperti partisipasi dalam masyarakat, hingga kepercayaan bahwa wanita sebenarnya bisa melakukan apa yang pria dapat lakukan.
Ditambah lagi permasalahan ketika wanita menjadi seorang yang bisa merubah keadaan sosial di lingkungan sekitar ini di berbagai daerah masih sangat tabu. Masih saja di beberapa daerah, wanita mengalami "peminggiran" karena kebiasaan dan kepercayaan adat setempat. Agama juga terkadang seperti memberikan batasan peran kaum wanita dalam kehidupan seari-hari.
            Pada kenyataannya bahwa dari tahun 1998 meskipun gaung reformasi dan demokrasi menggebu-gebu, pendapat bahwa wanita juga bisa menjadi figur yang diandalkan dalam kabinet kepemerintahan Indonesia masih diragukan. Namun, seiring berjalannya waktu akhirnya presiden wanita pertama yaitu Megawati Soekarno Putri dapat memecah keraguan bahwa wanita juga bisa menjadi agen perubahan terutama dalam kepemerintahan Indonesia. Dengan adanya fenomena seperti itu, bermunculan wanita-wanita lainnya yang dapat membawa Indonesia semakin baik. Contohnya saja Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan pada kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, sepak terjang dalam pergelutan keuangan yang rumit di Indonesia tidak menghalangi hasrat untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik.
            Diluar daripada bentuk kepemerintahan itu, wanita juga bisa menjadi agen yang dapat merubah lingkungan sosial disekitarnya seperti menjadi aktivis lingkungan hidup. Perempuan atau Ibu juga merupakan media edukasi pertama dan utama bagi anak-anaknya. Melalui ibu, pendidikan dan penyadaran tentang kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial dapat ditanamkan pada anak-anak sejak dini. Dari penerapan pola hidup ramah lingkungan dan penerapan etika yang dilakukan dalam sebuah keluarga, anak akan terbiasa dalam menjaga lingkungannya dan etikanya. Jika kebiasaan dan kesadaran ini mengakar dalam diri anak-anak maka di masa depan akan terbentuk generasi yang berkarakter sebagai budi yang luhur.
            Jika kita mengkaitkan antara wanita sebagai Agent Of Change dan kesetaraan gender, maka tidaklah hanya sebagai komitmen nasional saja. Namun juga sebagai implementasi yang benar-benar dilakukan bahwa Indonesia butuh wanita sebagai sosok yang ikut membangun kemajuan di Indonesia.

Rangga Andriana / ilmu Komunikasi
6662103245
Continue Reading