Pengalaman hidup saya berbicara, apa yang direncanakan, sebagus apa dan sematang apa rencana kehidupan yang kita buat itu belum tentu akan terwujud. ya saya ada orang yang belum sepenuhnya meyakini adanya campur tangan Tuhan dalam kehidupan ini. apakah saya termasuk golongan kafir? termasuk atheis? tidak juga. saya ingat akan 5 waktu itu, meskipun ada saja 1 atau 2 waktu yang terlewatkan. alasannya lupa? klasik, kebanyakan memang disibukkan dengan waktu atau kerjaan yang secara harfiah membuat saya terlena akan kerjaan tersebut.
well... kita kembali kepada kehidupan yang kita inginkan. tujuan, cita-cita dan menjadi manusia yang sempurna, saya yakin banyak yang menginginkan hal itu meski memang tidak semua tercapai.
Q: lalu salahkah kita menentukan kemana arah kehidupan kita?
A: tidak! justru kita harus merencanakan kehidupan
Q: untuk apa? ketika kita merencanakannya dan melakukan terkadang tidak tercapai
A: mungkin itulah yang dinamakan campur tangan tuhan
tidak sedikit pula yang mengatakan bahwa apa yang diinginkan maka berusahalah dengan sekuat tenaga, sungguh-sungguh dan ikhtiar. saya juga meyakini akan ketiga hal tersebut dalam meraih apa yang diinginkan. Namun, memang ada sesuatu yang terkadang menganggu yaitu hal-hal pesimisme yang terkadang menghantui bahkan mempengaruhi dalam hal itu.
banyak yang sudah bersungguh-sungguh, ikhtiar dan yakin tapi jalan kehidupan yang diinginkan terkadang gagal, mungkin tuhan tidak menghendaki, mungkin tuhan merencanakan yang lain namun apa yang diinginkan tuhan seperti apa konkritnya kita tidak pernah tau. yang kita tahu, melakukan hal yang baik, tidak berbohong, rajin 5 waktu, rukun iman dikerjakan, menjadi hamba yang shaleh itulah konkret yang diinginkan oleh tuhan yang jika dilakukan maka andalah yang akan sukses didunia dan akhirat kelak. tapi..... terlalu sempurna, bukankah begitu?

0 komentar:
Posting Komentar