You are here:Home » Radar Banten » JK Pastikan Infrastruktur Normal Tiga Hari Lagi

JK Pastikan Infrastruktur Normal Tiga Hari Lagi

JAKARTA-Keterlambatan evakuasi maupun mandeknya infrastruktur di Padang dan sekitarnya akibat gempa bumi direspons Wapres Jusuf Kalla. JK kemarin meninjau beberapa lokasi gempa. Setelah itu dia menggelar rapat tertutup bersama Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi dan sejumlah instansi.


Setelah itu JK menggelar jumpa pers. Dia mengatakan agar perbaikan sejumlah infrastruktur harus segera diperbaiki. “Dua tiga hari lagi, infrastruktur harus kembali,” tegas JK.
JK menjelaskan, saat ini ada dua fokus Pemprov Sumbar. Pertama, mengutamakan tanggap darurat. Seperti, evakuasi korban, penyediaan makanan maupun penampungan. “Tanggap darurat akan dilakukan selama dua bulan atau sampai waktu yang diperlukan,” jelasnya. Karena itu, kata dia, Depkes selalu siap sedia dengan tim medisnya. Termasuk menyediakan penampungan sementara bagi masyarakat.
Kedua, kata JK, pemerintah tengah fokus terhadap berbagai rehab. Seperti kondisi jalan yang rusak, air, listrik, pemulihan bahan bakar minyak (BBM), maupun pusat perekonomian.
Saat ini, kata JK, listrik sudah menyala 60 persen. “Kami targetkan seminggu lagi listrik sudah menyala 100 persen,” jelas dia. Termasuk, sarana telekomunikasi yang saat ini sudah mulai pulih. Juga SPBU yang mulai berfungsi kembali. “Tadi habis kami rapatkan dengan Pertamina. Hanya dua SPBU yang belum berfungsi,” imbuhnya.
JK juga meminta agar PU segera menuntaskan perbaikan jalan dalam tempo 11 hari. JK mengatakan, ada beberapa hal yang wajib menjadi skala prioritas. Pertama, rekonstruksi bangunan rumah penduduk. Dia menyebut, 30 ribu rumah penduduk mengalami rusak berat, sedang, dan ringan. Untuk itu, JK memberi waktu dua minggu kepada Bapenas, Departemen PU, dan Universitas Andalas untuk memverifikasi jenis kerusakan rumah penduduk. “Karena itu, untuk proses rehab kami target enam bulan agar trauma masyarakat hilang,” ujarnya.
Untuk biaya rehab, pemerintah bakal memberi bantuan yang nominalnya bergantung jenis kerusakan bangunan. “Pemda yang akan mengatur besarnya bantuan yang akan diberikan kepada warga.
Diperkirakan bantuan dari pemerintah pusat melalui APBN bakal cair pada November mendatang. JK menegaskan bila hal itu bukan ganti rugi melainkan bantuan. Dengan demikian, pemerintah tidak bisa mengganti seluruh kerusakan.
JK juga meminta agar walikota Padang segera membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan.
“Kami beri waktu 1 bulan biar tidak jadi tontonan,” cetusnya. Pihaknya juga akan mengumpulkan pengusaha agar mereka segera mengurus asuransi. Harapannya agar sejumlah infrastruktur komersiil bisa secepatnya pulih. Untuk itu, Gubernur diminta memfasilitasi kemudahan tersebut. Yaitu dengan membebaskan para pengusaha dari pajak bumi bangunan serta izin mendirikan bangunan (IMB). “Roda perekonomian di Padang harus segera kembali normal,” pinta JK
Dana Asing
Hingga kini, belum satupun bantuan dana dari negara asing diberikan kepada pemerintah Indonesia. JK mengatakan, Menkeu bakal membuka rekening bantuan. “Selama ini bantuan yang masuk hanya berupa tenaga, makanan, maupun relawan. Padahal, untuk tenaga evakuasi kami sudah cukup,” ujarnya. Karena itu, pemerintah tidak akan menolak negara yang bakal memberi bantuan dana.
Semua bantuan asing itu nantinya akan masuk ke rekening pemerintah. Setelah itu, baru disalurkan ke pemerintah daerah.
Namun, semua bantuan yang masuk akan diverifikasi terlebih dahulu. Saat ini, kata JK, sudah ada beberapa negara yang menawarkan bantuan dana seperti Norwegia, AS, Malaysia dan Jepang. “Tapi masih belum ada kabar lanjutan,” ujarnya.
Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi memastikan aktivitas pendidikan bakal berjalan normal besok. “Senin sekolah akan dimulai,” ujarnya. Gamawan mengatakan, para kepala sekolah maupun guru wajib masuk dan memberi contoh baik.
Paling tidak, meski kegiatan belajar mengajar belum dimulai, mereka bisa membenahi gedung sekolah yang rusak. “Kita bersihkan dululah,” ujarnya. Untuk kegiatan belajar mengajar, pemprov segera mencarikan alternatif tempat. “Bisa mendirikan tenda atau ke tempat yang memungkinkan dipakai,” ujarnya.

Korban Meninggal
Terkait korban meninggal, JK menyebut hingga kemarin sudah menembus angka 540. Data itu bersumber dari posko utama Sumatera Barat. Sementara korban hilang ada 303, luka berat 323 dan luka ringan 2.570 orang. “Data resmi di sini yang benar. Kalau posko lain jumlah korban yang meninggal bisa dobel,” ujarnya.
Secara rinci, korban yang meninggal di kota Padang mencapai 235 orang, Pariaman 49 orang, Bukit Tinggi 4 orang, Kabupaten Padang Pariaman 211 orang, Kabupaten Agam 24 orang, Kabupaten Pasaman Barat 3 orang dan Kabupaten Pesisir Selatan 7 orang.
Menurut Kepala Krisis Bencana Depkes Rustam S Pakaya, diperkirakan ribuan orang masih tertimbun di kota Padang. Terutama, di perkampungan China. Lebih dari 80 persen perkampungan itu hancur total. Menurutnya, sekitar 3.000 penduduk china di perkampungan itu meninggal dunia. Kemarin tim SAR membongkar satu rumah ditemukan 35 orang tertimbun reruntuhan dan meninggal. (jpnn)



source :
Radarbanten.com

0 komentar:

Posting Komentar