INILAH.COM, Jakarta - Seruan Ketua Umum Partai Golkar yang juga Wakil Presiden Jusuf Kalla agar partainya ke depan memilih oposisi, ditanggapi Presiden SBY. Bagi SBY, jika nantinya Partai berlambang pohon beringin terebut jadi oposisi, jangan pilih-pilih.SBY di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/10) menyampaikan rasa hormatnya apabila Partai Golkar memilih jalan menjadi oposisi. Namun ia mengingatkan, Partai Golkar harus berani beroposisi pada semua, bukan hanya terhadap pemerintah pusat.
"Tentunya harus berani nantinya Golkar juga memberikan kontrol, oposisi, kepada para gubernur, para bupati walikota, yang juga saya kira sebagian dari mereka dari Partai Golkar. Jadi tidak pilih-pilih. Semuanya untuk kepentingan rakyat," imbuh SBY.
Namun, SBY melanjutkan, agar Golkar untuk tidak beroposisi sampai dengan batas akhir masa jabatan Kabinet Indonesia Bersatu pada 20 Oktober 2009.
"Tetapi menjadi ganjil, Wakil Presiden misalkan kalau sampai dengan 20 Oktober bersikap oposisi terhadap Presiden, itu bertentangan dengan Undang-Undang Dasar," ujarnya.
SBY menjelaskan, pada pasal 4 UUD 1945 ayat 1 disebutkan Presiden memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD 1945. Sedangkan pada ayat 2 tertulis dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang wakil presiden.
"Saya kira Pak Kalla paham sekali, dan kemarin saya baik-baik saja berdua di Cilangkap, dan kami berdua bicara banyak hal. Saya yakin Pak Kalla akan menghormati semuanya itu, dan memahami UUD, tentunya menjaga kebersamaan sampai dengan 20 Oktober mendatang," tutur Presiden.
Ia juga mengingatkan, parpol pada konstelasi politik setelah 20 Oktober 2009 nanti, baik yang mendukung atau beroposisi dengan pemerintah, adalah sama-sama keputusan yang mulia.
Apabila bekerja bersama-sama untuk kepentingan rakyat, SBY mengatakan, maka tidak perlu terdapat istilah saling meminta atau mengemis antara pemerintah dengan mereka yang ingin beroposisi.
"Saya kira tidak perlu di antara kita saling berpendapat saling mengemis, saling meminta-minta. Kalau apa yang kita lakukan demi kebaikan, untuk negara, rakyat, tak perlu katakan saling meminta, saling mengemis. Apa pun pilihannya itu mulia, beroposisi mulia, bersama-sama dengan pemerintah mulia," tandas SBY. [*/jib]
0 komentar:
Posting Komentar