INILAH.COM, Kampar – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan tak seharusnya Partai Golkar menyatakan beroposisi hingga Kabinet Indonesia Bersatu berakhir 20 Oktober. Pernyataan itu dianggap tim sukses calon Ketua Umum DPP Partai Golkar Hutomo Mandala Putra sebagai intervensi.
"Partai Golkar mau berada di dalam kekuasaan, atau mengontrol kekuasaan yang berarti bersikap oposisi, itu urusan internal partai. Tidak bisa diintervensi oleh siapapun, termasuk pemerintah," kata Sudirman Kadir, Tim Sukses Tommy Soeharto, di sela-sela Munas VIII Partai Golkar, di Kampar, Riau, Rabu (7/10) pagi.
Secara terpisah, Zainal Bintang, anggota Tim sukses Surya Paloh meminta SBY untuk tidak mencampuri rumah tangga Partai Golkar yang memiliki tatakrama politik tersendiri. Dia juga berharap, dinamika yang berkembang selama Munas VIII, terutama dalam kaitan menentukan sikap politik, tidak perlu membuat pihak lain di luar partai kebakaran jenggot.
"Kepada semua kader partai, saya minta bersatu menjaga harkat dan martabat Partai Golkar, serta menjadikan partai ini punya harga diri, mandiri serta berjati diri," tegasnya.[*/nuz]
0 komentar:
Posting Komentar